Skip to main content

Batal Konser di Manado. Al-Gazali: Mohon Maaf Kalau Papa Saya Suka Bikin Ulah


Kasus Ahmad Dhani atas dugaan penghinaan Presiden Jokowi ternyata ikut menyeret kiprah sang putra, Al Ghazali. Di Manado, konser musik yang menghadirkan Al Ghazali batal dilakukan pada Sabtu (19/11/2016) lalu oleh sejumlah elemen organisasi adat daerah tersebut.

"Manado, 19 November 2016. Akhirnya pertemuan Aliansi Makapetor bersama perwakilan Ormas dengan manajemen Cloud 9 menemukan titik terang. Pihak pelaksana sepakat untuk membatalkan konser dari Al Ghazali putra dari Ahmad Dhani. Dan diharapkan kepada teman-teman ormas adat untuk tidak lagi mempermasalahkan konser tersebut karena acara itu resmi sudah dibatalkan. Sekian," demikian isi pesan yang sukses menjadi viral tersebut.

Al-Gazali juga sempat meminta maaf kepada masyarakat. "Atas nama keluarga, saya mohon maaf kalau papa saya suka bikin ulah dan membuat masyarakat merasa tidak nyaman melihatnya." kata Al-Gazali dalam kalimat pendeknya.

Sebelumnya, sebuah aksi demo terjadi pada 17 November 2016 lalu di lapangan Koni Sario, Manado, Sulawesi Utaara. Aksi ini menyuarakan agar penghina Presiden RI dihukum dan diadili. Pun mereka yang menghina simbol negara tersebut dilarang menginjakkan kakinya di tanah Sulawesi Utara ini.

Konser musik Al Ghazali yang gagal di Manado ini mengundang simpati dari netizen. Umumnya, netizen amat menyayangkan jika putra sulung pentolan Republik Cinta Manajemen itu terkena imbas dari ulah ayahnya sendiri.

"Ahmad Dhani, udalah stop buat anakmu menderita. Dulu misahin dari ibunya, 'memaksakan' kedatangan ibu tiri dan saudara tiri, sekarang kariernya yang kena imbas. Nggak ada kapoknya," tulis pemilik akun agungprawi. "Amin semoga semua daerah. Kasihan Al, tapi jadi pelajaran lah buat Bapaknya. nggak sadar-sadar repot," tambah cathyredfox.

Sumber: bintang.com

Comments

Popular posts from this blog

Politisasi Agama Berakhir! Prabowo Hanya Islam KTP, Akhirnya Terungkap!

Sejatinya, dalam sebuah kontestasi pemilihan kepala daerah atau presiden, haruslah mengedepankan adu gagasan, adu prestasi, atau adu rekam jejak. Sehingga rakyat, yang pada akhirnya menjadi penentu siapa sosok yang paling tepat untuk memimpin mereka, disajikan menu kampanye yang benar-benar berkualitas. Dengan demikian, rakyat akan memilih calon pemimpinnya secara objektif. Rakyat tidak lagi memilih hanya berdasarkan kedekatan suku, agama, ras, golongan, atau kedekatan identitas lainnya. Namun, rakyat akan memilih berdasarkan berbagai program dan gagasan yang mereka tawarkan. Rakyat akan memilih berdasarkan track record calon pemimpinnya. Namun, melihat kenyataan yang ada saat ini, sepertinya masih butuh yang waktu yang tidak singkat bagi bangsa ini untuk mewujudkan hal tersebut. Dalam beberapa pemilihan kepala daerah belakangan ini, rakyat masih cenderung memilih calon pemimpinnya berdasarkan kedekatan identitas, di samping satu alasan klasik lainnya: politik uang. Sebutlah apa yan...

Ternyata 5 Artis Cewek ini Punya Perut Six Pack loh, Kamu Pasti iri

Punya parut six pack memang menjadi dambaan banyak cowok. Lihat deh, badan bagus plus six pack menjadi daya tarik bagi para artis itu sendiri. Kalau pas shirtless, pasti bikin para cewek-cewek meleleh deh. Tapi selain para artis ganteng, ternyata ada juga artis cantik yang juga punya tubuh six pack lho! Duh ada 'roti sobek'nya tuh. Siapa saja mereka? Berikut lima artis cantik Indonesia yang punya perut six pack seperti dirangkum brilio.net dari berbagai sumber, Selasa (20/12). 1. Agnez Mo Bisa dibilang kalau Agnez Mo adalah artis perempuan Indonesia pertama yang memerkan perut six pack. Dulu banyak juga yang nyinyir dengan tubuhnya yang berotot seperti cowok. Tapi sekarang nggak cuma Agnez, banyak artis cantik yang konsisten bergaya hidup sehat hingga berperut six pack sebagai bonusnya. 2. Andien Andien memang sejak dulu dikenal sebagai salah satu artis yang gemar berolahraga. Mulai dari fitness, freelatic, pilates, dan olahraga lainnya. Ia menyebut jika perut six pack yang dim...

Kubu Prabowo Sebut Capres-Cawapres Dites Baca Al Quran itu Tak Perlu

Juru debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sodik Mudjahid, menilai tak perlu ada ujian membaca Al Quran bagi pasangan calon presiden-wakil presiden. Dia mengatakan yang lebih penting ialah pemahaman para calon pemimpin itu terhadap Al Quran, serta kitab-kitab suci lain. "Kemampuan membaca Al Quran bukan syarat, tapi sebagai advantage saja, sehingga tes baca tulis tidak perlu dilakukan," kata Sodik melalui keterangan tertulis, Ahad, 30 Desember 2018. Menurut Sodik, pemahaman para capres-cawapres terhadap Al Quran akan terlihat dari debat, pidato, dan ujaran dalam mengemukakan pendapat dan pikiran-pikiran mereka. Dia pun mengimbau para pemilih untuk mencermati buah pikiran para capres yang dikemukakan itu. Sebelumnya, Dewan Ikatan Dai Aceh mengusulkan adanya tes baca Al Quran bagi pasangan calon presiden-wakil presiden. Ketua Dewan Pimpinan Ikatan Dai Aceh, Tgk Marsyuddin Ishak mengatakan ujian itu bertujuan mengakhiri polemik keislaman yang me...